Search This Blog

Friday, February 28, 2014

Bocah Berkebutuhan Khusus Rawat Ayahnya yang Stroke

Bocah Berkebutuhan Khusus Rawat Ayahnya yang Stroke
Kamis, 27 Februari 2014 | 08:59 WIB



Miranda, bocah berusia 10 tahun merawat bapaknya Andi Sukri Sondo (55) yang lumpuh akibat stroke.

KENDARI, KOMPAS.com — Dengan tekun dan penuh kesabaran, Miranda, bocah berusia 10 tahun, merawat bapaknya, Andi Sukri Sondo (55), yang lumpuh akibat stroke. Bukan hanya masih belia, Miranda adalah bocah berkebutuhan khusus.

Thursday, November 28, 2013

Pengemis di Kolong Tugu Pancoran Simpan Rp 25 Juta di Gerobak




Wajar bila pengemis sulit diberantas karena fulus dari mata pencaharian ini bikin ngiler. Walang bin Kilon (54) dan Sa'aran (60), misalnya, hanya dalam 15 hari pengemis di Jakarta Selatan sukses mengantongi Rp 25 juta.

Penemuan uang dari pengemis itu diungkapkan Miftahul Huda, Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, kepada detikcom, Rabu (27/11/2013). Pengemis ini ditangkap petugas Sudin Jaksel pada Selasa (26/11/2013) pukul 19.30 WIB di bawah Tugu Pancoran.


Sunday, November 20, 2011

Bapak Tua Penjual Amplop





Bapak Tua Penjual Amplop Itu
Posted on 19 November 2011 by rinaldimunir

Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang bapak tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini.

Tuesday, May 18, 2010

Sehari-hari Ida Tidur di Kandang Kambing

Sehari-hari Ida Tidur di Kandang Kambing
Selasa, 18 Mei 2010 | 10:21 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Nasib Ida (72) sungguh memprihatinkan. Di usia senja, hidupnya justru makin pedih.

Ibu tiga anak itu adalah salah satu korban kebijakan Pemerintah Kota Tangerang. Nenek beberapa cucu itu kini terpaksa harus tidur di kandang kambing karena rumah gubuknya sudah rata dengan tanah, dibuldoser Pemkot Tangerang dua pekan setelah Lebaran 2009.

"Saya memang bukan orang asli Tangerang. Saya dari Pemalang, tapi saya tinggal di Kampung Sewan Bedeng ini sejak tahun 1975 sewaktu masih hutan," ucap Ida ketika ditemui, Senin (17/5/2010).

Ida tercatat sebagai warga Kampung Sewan Bedeng, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari. Dia digusur karena tinggal di bantaran Sungai Cisadane. Nasib Ida tiba-tiba menjadi sorotan seiring dengan rencana penggusuran warga China Benteng di Kampung Tangga Asam, Lebakwangi, dan Kokun.