Selasa, 01/04/2014 10:01 WIB
Wong Cilik
Hidup untuk Berbakti, Uyun Penyapu Jalan Menunggu Gaji
Basuki Rahmat Nugroho - detikNews
Jakarta - Keramaian adalah potret jalanan Ibu Kota yang tak pernah tidur. Berserakan dedaunan kering biasa mewarnai manisnya hiasan jalan-jalan raya.
Sebuah jalanan tempat para kusuma bangsa terbaring menggambarkan antitesa dari potret itu, di mana daun-daun kering tak nampak berserakan. Sisi jalan yang bebas dari daun kering tak lepas dari jasa seorang Uyun (43), yang selama empat tahun menyapu jalan.
Search This Blog
Thursday, April 10, 2014
Tuesday, April 8, 2014
Ruri Tukang Sapu Museum Berhasil Menjual Hasta Karya ke Luar Negeri
Jumat, 28/03/2014 20:29 WIB
Ruri Tukang Sapu Museum Berhasil Menjual Hasta Karya ke Luar Negeri
Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jakarta - Modernitas terkadang mencoba berpikir bagaimana meninggalkan hal yang telah berlalu. Alasan modernitas jua yang mendorong orang enggan sekedar menengok ke masa lalu.
Ketika zaman modern datang, ketika itu pula Ruri (41) merasa terpanggil untuk merawat Museum Bahari yang mulai ditinggalkan peminat. Sepuluh tahun mungkin bukan waktu lama jika dibanding kejayaan rempah Nusantara, tapi tak semua insan mungkin berminat memelihara museum untuk generasi esok.
Ruri Tukang Sapu Museum Berhasil Menjual Hasta Karya ke Luar Negeri
Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jakarta - Modernitas terkadang mencoba berpikir bagaimana meninggalkan hal yang telah berlalu. Alasan modernitas jua yang mendorong orang enggan sekedar menengok ke masa lalu.
Ketika zaman modern datang, ketika itu pula Ruri (41) merasa terpanggil untuk merawat Museum Bahari yang mulai ditinggalkan peminat. Sepuluh tahun mungkin bukan waktu lama jika dibanding kejayaan rempah Nusantara, tapi tak semua insan mungkin berminat memelihara museum untuk generasi esok.
Saturday, April 5, 2014
Kisah 2 Petinju Juara Nasional Mengais Rezeki dari Warung dan Memulung
Jumat, 04/04/2014 10:44 WIB
Kisah 2 Petinju Juara Nasional Mengais Rezeki dari Warung dan Memulung
Dhani Irawan - detikNews

Yanto (kaos coklat) dan Hasan (kaos hijau)
Jakarta - Kedua lengannya padat bak barbel angkat beban. Kepalan tangannya masih mantap. Postur tubuhnya kokoh. Ayunan tangannya masih lincah. Tak ayal, sosok Suyanto (46) yang tegap berisi karena latihan fisik rutin semasa dia menjadi atlet tinju dulu.
Tahun 1986 ketika kedua kakinya menginjak Jakarta pertama kalinya, pria asal Nganjuk, Jawa Timur, itu punya satu tujuan: menjadi petinju profesional. Cita-cita Yanto pun bak gayung bersambut. Mulai pertengahan tahun itu, dia memulai karirnya di bidang adu jotos hingga mengecap berbagai pengalaman sebagai petinju.
Kisah 2 Petinju Juara Nasional Mengais Rezeki dari Warung dan Memulung
Dhani Irawan - detikNews

Yanto (kaos coklat) dan Hasan (kaos hijau)
Jakarta - Kedua lengannya padat bak barbel angkat beban. Kepalan tangannya masih mantap. Postur tubuhnya kokoh. Ayunan tangannya masih lincah. Tak ayal, sosok Suyanto (46) yang tegap berisi karena latihan fisik rutin semasa dia menjadi atlet tinju dulu.
Tahun 1986 ketika kedua kakinya menginjak Jakarta pertama kalinya, pria asal Nganjuk, Jawa Timur, itu punya satu tujuan: menjadi petinju profesional. Cita-cita Yanto pun bak gayung bersambut. Mulai pertengahan tahun itu, dia memulai karirnya di bidang adu jotos hingga mengecap berbagai pengalaman sebagai petinju.
Tuesday, April 1, 2014
Manis Pedas Perjalanan Kakek Ahmad Berdagang Asinan Sejak Tahun 50an
Kamis, 27/03/2014 09:47 WIB
Manis Pedas Perjalanan Kakek Ahmad Berdagang Asinan Sejak Tahun '50an
Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews

Kakek Ahmad
Jakarta - Sudah bukan hal aneh lagi orang merasa kepanasan ketika berada di Jakarta. Terik matahari ditambah dengan asap hitam kendaraan mengepul-ngepul membuat tenggorokan kering.
Duduk di bawah jembatan penyeberangan halte TransJakarta Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, seorang tua dengan sebuah gerobak yang berisi minuman segar. Warna cerah buah-buahan dan air yang segar terbungkus apik dalam plastik transparan dalam gerobak milik Kakek Ahmad (75).
Manis Pedas Perjalanan Kakek Ahmad Berdagang Asinan Sejak Tahun '50an
Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews

Kakek Ahmad
Jakarta - Sudah bukan hal aneh lagi orang merasa kepanasan ketika berada di Jakarta. Terik matahari ditambah dengan asap hitam kendaraan mengepul-ngepul membuat tenggorokan kering.
Duduk di bawah jembatan penyeberangan halte TransJakarta Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, seorang tua dengan sebuah gerobak yang berisi minuman segar. Warna cerah buah-buahan dan air yang segar terbungkus apik dalam plastik transparan dalam gerobak milik Kakek Ahmad (75).
Subscribe to:
Posts (Atom)

